BAB YANG MEMBATALKAN SHALAT
Ini bab yang
menyatakan segala perkara yang membatalkan sembahyang . Maka segal perkara yang
membatalkan sembahyang jika jika menyertai
dengan takbiratul iqhrom tiada sah sembahyangnya . Dan jika kedatangan
kemudian pada masuk sembahyang membatalkan sembahyang . Bermula yang
membatalkan sembahyang amat banyak , yang di sebut di sini dua perkara dan yang
lebih daripadanya , hendaklah diketahui haramnya dan hendaklah di ketahui yakin
darinya , di dalam sembahyang dan yang tiada memberi jika paham sekalipu atau
satu hurup yang memberi paham dan satu hurup yang di hukumkan 2 hurup maka
batal sembahyang dengan yang tersebut makin lagi jika dua dengan mulut atau
dengan hidung dan batuk dan bersin .
Jika itu dua hurup atau satu hurup yang memberi paham batallah sembahyangnya di
maafkan yang tersebut jika sedikit pada tatkala terkuras atasnya atau lebih
yang tersebut dan jika nyata daripadanya dua hurup pada tiap-tiap kala
sekalipun bersalahan jika baik yang tersbut itu pada hurup dan nyata dari
padanya dua hurup satu hurup yang memberi paham batallah sembahyangnya
melainkan apabila jadi penyakit yang melazimkan sekira-kira suci daripadanya
masa sembahyang padanya .Maka tiada batal sembahyangnya adpun jika berkata-kata
di dalam sembahyang ketiadaan sengaja dengan ketiadaan sengaja seperti
terlanjurlidahnya atau tiada di ketahui haramnya atau tiada di ketahuikan
dirinya di dalam sembahyang maka jika sedikit perkataannya hurup itu nama
kalimat pada hurup atau kurang tiada
batal sembahyangnya dan jika baik pada perkataanya pada hurup yaitu lebih
daripada nama kalimat pada hurup batal sembahyangnya dan keduanya perbuatan
yang baik lagi berturut-turut seperti tiga langkah yang berturut-turut pada
hurup yang sama sengaja atau tersalah batal sembahyangnya . Adapun perbuatan
yang sedikit maka tiada batal sembahyangnya jika tiada kosod bermain-main
dengan di perbuatan yang baik itu sama dengan anggota atau berbilang-bilang
seperti dengarkikan kepalanya dan dua tangnnya dan satu lompat yang keji
seperti perbuatan yang baik demikian lagi mengerkikkan sekalian badannya atau
kebaikannya bersalahan jika berngerik badannya mengikut. Bagi yang mengerkikkan
tiada batal sembahyangnya maka perbuatan yang baik membatalkan sembahnyang itu
jiika dengan anggota yang berat maka jika dengan anggota yang ringan tiada
batal sembahyangnya seperti menerkikkan anak jarinya atau di ngerkikkan
lidahnya atau bibir mulutnya dan jika berapa kali yang berbilang-bilang lagi
berturut-turut sekalipun maka menyertai perbuatan yang sedikit jua dan di
maafkan perbuatannya yang baik pada sembahyang wajib dan sembahyang sunnah
.Apabila iya berjalan atau di kerkikkan tangannya atau kakinya atas binatang
karena hajat jikalau iya di atas kendaraan kepentingannya berhadas besar atau
kecil di dalam sembahyang jika daripada orang yang tiada dapat air dan tanah
atau orang yang dalam hadas sekalipun yang lain dari pada hadasnya .Ke empatnya
kedatangan najis yang tiada maaf daripadanya .Jika jatuh najis yang kering atas
kainnya atau badannya maka di bersihkan dahulu daripada masa luas thomakninah
atau najis basah jika dengan jatuh atasnya dahulu daripada masa yang tersebut
dengan ketiadaan bermandi tiada batal sembahyangnya dan kalimat buka aurat maka
jika di buka oleh angin di tutup dengan bersyukur dahulu daripada lalu daripada
masa sekurang-kurang thumakninah tiada batal sembahyangnya selama tiada
berulang-ulang dan bertut-turut sekira-kira berkehendak menutup gerkan yang
baik lg berturut-turut jika ada yang demikian itu batal sembahyangnya maka jika
di buka dengan sengaja atau di buka dengan dia oleh binatang seperti kera atau
lainnya atau kanak-kanak yang belum lagi mumaiz maka batal sembahyangnya jikalau di tutupkan dia dengan bersyukur
sekalipun demikian lg batal sembahyangnya
jika di buka dengan tersalah jika tiada di tutupkan dia segera dan ke
enamnya mengubahkan niat seperti keluar daripada sembahyang tertudi kepadanya
atau di gantungkan memutuskan dia dengan sesuatau maka jika di palingkan
sembahynagnya yang iya padanya akan sembahyangnya lainpada hal mengetahui iya
lagi sengaja batal sembahyangnya melainkan jika di palingkan sembahyangnya
pardu akan sunah muttlak dan memberi salam iya daripada dua rakaat supaya
sembahyangnya berjamaah yang di tentuka iya padahal iya sembahyang seorang diri
tiada batal sembahyangnya bahkan sunnah baginya di palingkan iya jika luas
waktunya maka jika sempit waktunya sekira-kira jikalau dipaligkan dia tiada
mendapat akan sembahyang dengan sempurnanya di dalam waktu harom dia palingkan
dan ke tujuhnya berpaling dadanya ke kiri atau ke kanan dan jika di dipalingkan
dia lebih seseorang dengan atasnya jikalau kembali iya dengan segera sekalipun
batal sembahyangnya karena dari yang demikian itu di dalam sembahyang
bersalahan jika berpaling daripadanya dan kembali dengan bersyukur tiada batal
sembahyangnya dan harus yang tersebut sudah dan pada sembahyang sunnah pada
sapar dan kedelapan dan ke sembilan sama baik atau sedikit dan jika ada yg
bercampur dengan yang lainnya sekalipujn batal sembahyangnnya melainkan jikalu
iya jahil akan harom atau terlupa tiada batal sembahyangnnya sedikit makan atau
sedikit minum dan kesepuluhnya tertawa-tawa yang dua hurup atau lebih atau satu
hurup yang memberi paham dan jika terkeras atasnya tertawa-tawa tiada batal
sembahyangnya jika sedikit seperti dahulunya dan kesembilan murtada u
iyazubillah dengan perkataan atau perbuatan atau cita-cita dan tinggal lagi
beberapa perkara yang membatalkan sembahyang maka setengah daripadanya
memperbuat suatu rukun dengan sengaja
pada lain daripada tempatnya seperti sujud iya dahulu daripada iqtidal
atau iqtidal dahulu daripada sempurna rukuknya dengan sengaja dan setengah
daripadanya memanjangkan rukun yang pendek dgn sengaja dan yaitu iqtidal dan
duduk antara dua sujud dan setengah daripadanya terkemudian makmum daripada
imamnya dan terdahulu atasnya dengan dua rukun dengan ketiadaan uzur dan
setengah daripadanya menalanakan hak dan lainnya .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar