Kamis, 21 April 2016

Yang Membatalkan Shalat

           BAB YANG MEMBATALKAN SHALAT

Ini bab yang menyatakan segala perkara yang membatalkan sembahyang . Maka segal perkara yang membatalkan sembahyang jika jika menyertai  dengan takbiratul iqhrom tiada sah sembahyangnya . Dan jika kedatangan kemudian pada masuk sembahyang membatalkan sembahyang . Bermula yang membatalkan sembahyang amat banyak , yang di sebut di sini dua perkara dan yang lebih daripadanya , hendaklah diketahui haramnya dan hendaklah di ketahui yakin darinya , di dalam sembahyang dan yang tiada memberi jika paham sekalipu atau satu hurup yang memberi paham dan satu hurup yang di hukumkan 2 hurup maka batal sembahyang dengan yang tersebut makin lagi jika dua dengan mulut atau dengan hidung dan batuk dan bersin  . Jika itu dua hurup atau satu hurup yang memberi paham batallah sembahyangnya di maafkan yang tersebut jika sedikit pada tatkala terkuras atasnya atau lebih yang tersebut dan jika nyata daripadanya dua hurup pada tiap-tiap kala sekalipun bersalahan jika baik yang tersbut itu pada hurup dan nyata dari padanya dua hurup satu hurup yang memberi paham batallah sembahyangnya melainkan apabila jadi penyakit yang melazimkan sekira-kira suci daripadanya masa sembahyang padanya .Maka tiada batal sembahyangnya adpun jika berkata-kata di dalam sembahyang ketiadaan sengaja dengan ketiadaan sengaja seperti terlanjurlidahnya atau tiada di ketahui haramnya atau tiada di ketahuikan dirinya di dalam sembahyang maka jika sedikit perkataannya hurup itu nama kalimat pada hurup atau kurang  tiada batal sembahyangnya dan jika baik pada perkataanya pada hurup yaitu lebih daripada nama kalimat pada hurup batal sembahyangnya dan keduanya perbuatan yang baik lagi berturut-turut seperti tiga langkah yang berturut-turut pada hurup yang sama sengaja atau tersalah batal sembahyangnya . Adapun perbuatan yang sedikit maka tiada batal sembahyangnya jika tiada kosod bermain-main dengan di perbuatan yang baik itu sama dengan anggota atau berbilang-bilang seperti dengarkikan kepalanya dan dua tangnnya dan satu lompat yang keji seperti perbuatan yang baik demikian lagi mengerkikkan sekalian badannya atau kebaikannya bersalahan jika berngerik badannya mengikut. Bagi yang mengerkikkan tiada batal sembahyangnya maka perbuatan yang baik membatalkan sembahnyang itu jiika dengan anggota yang berat maka jika dengan anggota yang ringan tiada batal sembahyangnya seperti menerkikkan anak jarinya atau di ngerkikkan lidahnya atau bibir mulutnya dan jika berapa kali yang berbilang-bilang lagi berturut-turut sekalipun maka menyertai perbuatan yang sedikit jua dan di maafkan perbuatannya yang baik pada sembahyang wajib dan sembahyang sunnah .Apabila iya berjalan atau di kerkikkan tangannya atau kakinya atas binatang karena hajat jikalau iya di atas kendaraan kepentingannya berhadas besar atau kecil di dalam sembahyang jika daripada orang yang tiada dapat air dan tanah atau orang yang dalam hadas sekalipun yang lain dari pada hadasnya .Ke empatnya kedatangan najis yang tiada maaf daripadanya .Jika jatuh najis yang kering atas kainnya atau badannya maka di bersihkan dahulu daripada masa luas thomakninah atau najis basah jika dengan jatuh atasnya dahulu daripada masa yang tersebut dengan ketiadaan bermandi tiada batal sembahyangnya dan kalimat buka aurat maka jika di buka oleh angin di tutup dengan bersyukur dahulu daripada lalu daripada masa sekurang-kurang thumakninah tiada batal sembahyangnya selama tiada berulang-ulang dan bertut-turut sekira-kira berkehendak menutup gerkan yang baik lg berturut-turut jika ada yang demikian itu batal sembahyangnya maka jika di buka dengan sengaja atau di buka dengan dia oleh binatang seperti kera atau lainnya atau kanak-kanak yang belum lagi mumaiz maka batal sembahyangnya  jikalau di tutupkan dia dengan bersyukur sekalipun demikian lg batal sembahyangnya  jika di buka dengan tersalah jika tiada di tutupkan dia segera dan ke enamnya mengubahkan niat seperti keluar daripada sembahyang tertudi kepadanya atau di gantungkan memutuskan dia dengan sesuatau maka jika di palingkan sembahynagnya yang iya padanya akan sembahyangnya lainpada hal mengetahui iya lagi sengaja batal sembahyangnya melainkan jika di palingkan sembahyangnya pardu akan sunah muttlak dan memberi salam iya daripada dua rakaat supaya sembahyangnya berjamaah yang di tentuka iya padahal iya sembahyang seorang diri tiada batal sembahyangnya bahkan sunnah baginya di palingkan iya jika luas waktunya maka jika sempit waktunya sekira-kira jikalau dipaligkan dia tiada mendapat akan sembahyang dengan sempurnanya di dalam waktu harom dia palingkan dan ke tujuhnya berpaling dadanya ke kiri atau ke kanan dan jika di dipalingkan dia lebih seseorang dengan atasnya jikalau kembali iya dengan segera sekalipun batal sembahyangnya karena dari yang demikian itu di dalam sembahyang bersalahan jika berpaling daripadanya dan kembali dengan bersyukur tiada batal sembahyangnya dan harus yang tersebut sudah dan pada sembahyang sunnah pada sapar dan kedelapan dan ke sembilan sama baik atau sedikit dan jika ada yg bercampur dengan yang lainnya sekalipujn batal sembahyangnnya melainkan jikalu iya jahil akan harom atau terlupa tiada batal sembahyangnnya sedikit makan atau sedikit minum dan kesepuluhnya tertawa-tawa yang dua hurup atau lebih atau satu hurup yang memberi paham dan jika terkeras atasnya tertawa-tawa tiada batal sembahyangnya jika sedikit seperti dahulunya dan kesembilan murtada u iyazubillah dengan perkataan atau perbuatan atau cita-cita dan tinggal lagi beberapa perkara yang membatalkan sembahyang maka setengah daripadanya memperbuat suatu rukun dengan sengaja  pada lain daripada tempatnya seperti sujud iya dahulu daripada iqtidal atau iqtidal dahulu daripada sempurna rukuknya dengan sengaja dan setengah daripadanya memanjangkan rukun yang pendek dgn sengaja dan yaitu iqtidal dan duduk antara dua sujud dan setengah daripadanya terkemudian makmum daripada imamnya dan terdahulu atasnya dengan dua rukun dengan ketiadaan uzur dan setengah daripadanya menalanakan hak dan lainnya .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar